SOP Operasional & K3 Kompresor Airman PDS 185: Pemeriksaan Harian, Start–Stop, dan Template Logsheet

SOP Operasional & K3 Kompresor Airman PDS 185: Pemeriksaan Harian, Start–Stop, dan Template Logsheet

K3 Kompresor Airman PDS 185 (≈185 cfm, 7 bar) akan lebih stabil, hemat BBM, dan aman bila dioperasikan dengan SOP yang konsisten. Panduan ringkas ini menata langkah pra-operasi, penempatan unit, start–operasi–shutdown, perawatan harian, hingga tanggap darurat. Lengkap dengan logsheet dan toolbox talk siap salin.

1) Pra-Operasi (Pemeriksaan Harian)

  • Visual: kebocoran oli/solar, baut longgar, kondisi ban (jika trailer), rem parkir/chock.

  • Fluida: level oli mesin dan coolant sesuai tanda; fuel cukup untuk ≥8–10 jam.

  • Filter & pendinginan: kondisi filter udara/solar, grill radiator & aftercooler bersih.

  • Kelistrikan: aki, kabel terminal kencang; indikator panel normal.

  • Aksesori udara: selang ≥¾” bebas retak, quick coupler rapat, regulator & gauge berfungsi.

  • Air management: moisture separator kosong; siapkan drain periodik (timer/manual).

  • APD & area: helm, kaca mata, respirator (jika blasting), ear protection, sarung tangan; rute selang aman (tidak melintang jalur alat berat).

2) Penempatan Unit di Site

  • Permukaan rata & stabil; pasang chock ban, aktifkan rem parkir.

  • Arah exhaust menjauhi operator/kerumunan dan downwind dari plume debu.

  • Hindari panas terkurung: beri jarak ventilasi minimal 1 m dari dinding/penghalang.

  • Tata rute selang di tepi area, pakai pelindung bila melintasi jalur kendaraan.

3) Prosedur Start

  • Pastikan valve outlet/manifold tertutup sebagian (tidak langsung full open).

  • Start mesin, warm-up 3–5 menit hingga rpm & temperatur stabil.

  • Cek panel: tidak ada lampu peringatan; dengarkan suara aneh/getaran.

  • Buka aliran udara bertahap sambil memantau gauge di dekat alat; sesuaikan regulator sampai tekanan kerja tercapai.

  • Untuk setup dengan aftercooler: pastikan kipas/flow berjalan dan kondensat terbentuk di separator.

4) Saat Operasi

  • Jaga tekanan di alat (nozzle/hammer) sesuai kebutuhan; jika drop, evaluasi diameter/panjang selang dan kebocoran coupler.

  • Drain separator berkala (mis. tiap 15–30 menit saat lembap/hujan).

  • Catat running hour dan liter BBM (by top-up) untuk memantau konsumsi.

  • Monitor temperatur mesin; bersihkan grill radiator dari debu jika perlu.

  • Hindari idling lama tanpa beban; sesuaikan rpm dengan kebutuhan udara.

5) Prosedur Shutdown

  • Tutup aliran ke alat secara bertahap; biarkan mesin idle 2–3 menit untuk pendinginan.

  • Matikan mesin, tutup valve outlet dan matikan fuel cock jika ada.

  • Drain separator dan sisa kondensat pada low point.

  • Rapikan selang, tutup penutup panel, kunci unit.

6) Perawatan Harian & Mingguan (ringkas)

  • Harian: bersihkan lensa indikator, cek kebocoran, drain separator, bersihkan grill radiator/aftercooler, lap quick coupler.

  • Mingguan/50–100 jam: tiup filter udara dari sisi dalam, cek belt alternator/fan, kencangkan bracket/mounting.

  • 250 jam (patokan umum): ganti oli mesin + filter oli, cek filter solar, drain water separator.

  • 500 jam: ganti filter udara utama bila kotor/indikator merah, inspeksi selang & clamp.

7) Tanggap Darurat (ringkas)

  • Overheat: kurangi beban, buka penutup ringan untuk ventilasi, berhenti & dinginkan; bersihkan radiator/aftercooler.

  • Tekanan jatuh tiba-tiba: cek kebocoran besar, coupler lepas, filter/separator tersumbat; isolasi cabang dari manifold dan pulihkan satu per satu.

  • Asap/kebakaran kecil: gunakan APAR sesuai kelas, hentikan mesin, amankan area & laporkan.

  • Getaran/berisik abnormal: hentikan operasi, inspeksi mounting, kipas, dan komponen rotating.

8) Praktik Baik agar Hemat BBM & Stabil

  • Main hose ≥¾”, header 1″ untuk jarak >30 m; whip ½” maksimal 3–5 m.

  • Minim elbow/adaptor berlapis; gunakan coupler high-flow.

  • Jaga radiator & aftercooler bersih; udara lebih padat → kerja lebih cepat.

  • Dokumentasi rapi: running hour, liter BBM, tindakan servis—mudah analisa TCO.

9) Template Logsheet Harian (copy–paste)

  • Tanggal / Lokasi : …

  • Unit / SN : …

  • Operator / Shift : …

  • Jam mulai – selesai : …

  • Running hour awal – akhir : …

  • BBM top-up (liter) : …

  • Tekanan kerja di alat (psi/bar) : …

  • Drain separator (ya/tidak, interval) : …

  • Inspeksi: kebocoran (ya/tidak), radiator bersih (ya/tidak), coupler rapat (ya/tidak)

  • Catatan masalah & tindakan : …

  • Paraf operator / supervisor : …

10) Template Toolbox Talk (5 menit sebelum kerja)

  • Risiko utama hari ini: debu, kebisingan, jalur alat berat, cuaca.

  • APD wajib: helm, kaca mata, ear protection, sarung tangan, respirator (sandblast).

  • Rute selang & zona aman: ditunjukkan di lapangan (hindari crossing tak perlu).

  • Drain schedule untuk separator: siapa dan setiap berapa menit.

  • Sinyal berhenti darurat & jalur komunikasi (HT/WA group).

  • Tugas & tanggung jawab: operator, helper, pengawas.

Hubungi Kami Sekarang

Pastikan proyek Anda berjalan lancar tanpa hambatan peralatan. PT Pantja Putra Mashindo siap menjadi mitra terpercaya Anda.

📞 WhatsApp: +62 81390029881
📧 Email: [email protected]
📍 Alamat Kantor:
Jalan Marnir Raya (An-nur) No.106, RT.005/RW.012, Perwira, Bekasi Utara,
Kota Bekasi, Jawa Barat 17122

🌐 Website: www.papumas.co.id

📸 Instagram: @pantjaputramashindo

Jangan biarkan peralatan menjadi hambatan dalam proyek Anda. Bersama PT Pantja Putra Mashindo, efisiensi dan kesuksesan proyek Anda ada di tangan yang tepat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright 2025 PAPUMAS. All Rights Reserved.