Lokasi proyek konstruksi sering belum punya sambungan PLN yang memadai, atau dayanya tidak cukup untuk alat berat dan mesin las. Genset menjadi sumber listrik utama sementara. Kesalahan paling umum adalah menghitung kapasitas dari jumlah alat saja, tanpa memperhitungkan alat mana yang menyala bersamaan dan seberapa besar lonjakan arus saat start.
Langkah 1: Daftar Semua Beban
Catat setiap alat listrik yang akan dipakai, lengkap dengan dayanya (kW atau kVA) dan jumlahnya. Beban proyek umumnya meliputi:
Mesin las. Mesin las listrik menarik arus besar saat mengelas. Lihat label daya input pada mesin, bukan hanya arus lasnya.
Crane dan hoist listrik. Motor angkat menarik arus start tinggi.
Pompa air dan pompa beton. Beban motor dengan arus start besar.
Bar bender, bar cutter, dan gergaji. Peralatan besi dan kayu.
Lampu kerja dan tower lamp. Beban relatif stabil. Lihat menghitung lux dan jumlah tower lamp.
Kantor dan bedeng. AC, komputer, dan penerangan.
Langkah 2: Tentukan Mana yang Menyala Bersamaan
Tidak semua alat bekerja serentak. Susun skenario terburuk: jam ketika beban paling banyak menyala bersamaan. Jumlahkan daya alat pada skenario itu. Hindari menjumlahkan seluruh alat bila memang tidak pernah dipakai bersamaan, karena kapasitas akan berlebihan dan biaya sewa membengkak.
Langkah 3: Perhitungkan Arus Start
Motor listrik, termasuk crane, pompa, dan compressor, menarik arus beberapa kali lipat saat start. Genset yang kapasitasnya pas dengan beban jalan bisa tersendat atau mati saat motor besar dinyalakan. Cara mengatasinya:
Nyalakan motor besar satu per satu, bukan serentak.
Sisakan cadangan kapasitas.
Tanyakan ke penyedia kemampuan genset menghadapi start motor, atau gunakan starter bertahap bila tersedia.
Langkah 4: Ubah ke kVA dan Beri Cadangan
Genset dinyatakan dalam kVA, sedangkan alat dalam kW. Pahami hubungannya di beda kVA dan kW pada genset. Setelah total kW didapat, bagi dengan faktor daya, lalu sisakan cadangan kapasitas agar genset tidak bekerja di batas. Pastikan perhitungan akhirnya dikonfirmasi tim teknis.
Langkah 5: Pilih Tipe dan Rating
Open type biasanya cukup untuk lokasi terbuka yang jauh dari permukiman. Silent lebih cocok bila ada tetangga atau kantor dekat. Lihat silent vs open type.
Proyek yang memakai genset sebagai pasokan utama sepanjang hari sebaiknya memakai rating prime, lihat prime power vs standby.
Pertimbangkan bahan bakar, jadwal pengisian, dan akses truk BBM ke lokasi.
Pemasangan dan Keselamatan
Penyambungan genset ke panel proyek dikerjakan teknisi listrik yang kompeten. Pastikan ada grounding yang benar, kabel yang sesuai arus, proteksi, serta perlindungan dari hujan dan genangan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kVA untuk proyek rumah atau ruko?
Bergantung alat yang dipakai. Proyek kecil sering cukup dengan kapasitas menengah, tetapi hitung dulu bebannya. Sebagai gambaran, lihat sewa genset 100 kVA dan 250 kVA.
Apakah satu genset cukup untuk semua alat?
Bisa, bila beban serentak terhitung dan arus start tertangani. Untuk beban besar, beberapa genset yang dibagi per area kadang lebih praktis dan lebih aman bila satu unit bermasalah.
Apa yang memengaruhi biaya sewa?
Kapasitas, durasi, lokasi, dan layanan. Baca faktor penentu harga sewa genset.
Sewa Genset
Sebutkan daftar alat, jam kerja, lokasi, dan durasi proyek. Tim PAPUMAS akan membantu menghitung kapasitas yang tepat. Hubungi kami lewat WhatsApp di +62 813-9002-9881, telepon 021-8898-5249, atau minta penawaran. Lihat juga katalog genset PAPUMAS dan Pusat Rental Genset.



